Senin 6 juli 2026, Kota Suci Makkah Al Mukarramah saat ini tengah memasuki puncak musim panas yang sangat terik. Bagi para jemaah umrah maupun warga lokal yang berada di sekitar Masjidil Haram, penyesuaian diri terhadap suhu ekstrem menjadi kunci utama dalam menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama beribadah.
Berikut adalah rincian kondisi cuaca terkini di Makkah Al Mukarramah:
Ringkasan Parameter Cuaca Hari Ini
| Parameter Cuaca | Kondisi Terkini |
| Suhu Siang Hari (Maksimal) | 44∘C s.d. 47∘C |
| Suhu Malam Hari (Minimal) | 31∘C s.d. 34∘C |
| Tingkat Kelembapan | Rendah (Kering), berkisar antara 20% – 25% |
| Paparan Sinar UV | Sangat Tinggi (Ekstrem) |
| Kondisi Langit | Cerah total, hampir 0% tutupan awan |
| Kecepatan Angin | Hembusan ringan hingga sedang (15 – 19 km/jam) |
| Sumber : https://www.aqi.in/weather/id/saudi-arabia/makkah-province/makkah-al-mukarramah |
Analisis Kondisi: Terik dan Kering
Suhu udara di siang hari yang menembus angka 44°C bahkan hingga 47°C membuat aspal dan area terbuka di sekitar kota terasa sangat menyengat. Ditambah dengan tingkat kelembapan yang sangat rendah, udara terasa kering, sehingga keringat yang keluar dari tubuh akan menguap dengan sangat cepat. Kondisi seperti ini sering kali menipu, karena seseorang bisa saja tidak merasa terlalu berkeringat padahal tubuhnya sudah kehilangan banyak cairan (dehidrasi).
Pada malam hari, suhu udara memang mengalami penurunan, namun tetap berada di angka yang relatif hangat, yaitu sekitar 31°C hingga 34°C. Ibadah di malam hari atau menjelang Subuh menjadi waktu yang paling direkomendasikan bagi jemaah yang ingin menghindari sengatan terik matahari langsung.
1. Siasati Waktu Ibadah di Masjidil Haram
Mengingat terik matahari yang sangat menyengat di siang hari, saya sarankan kepada seluruh jemaah untuk mengatur waktu pergerakan ke masjid:
- Untuk Ibadah Sunnah/Tawaf Sunnah: Sebaiknya dilakukan pada malam hari setelah Isya, menjelang Subuh, atau pagi hari sebelum pukul 08.00 waktu setempat.
- Ke Masjid untuk Shalat Wajib: Jika ingin melaksanakan shalat Dzuhur atau Ashar di Masjidil Haram, berangkatlah lebih awal menggunakan bus shalawat dan usahakan langsung mencari barisan (shaf) di dalam ruangan (indoor) yang ber-AC demi menjaga fisik.
- Panduan dan Tips Kesehatan untuk Jemaah di Tanah Suci
Mengingat indeks UV yang berada pada level ekstrem, berikut beberapa langkah antisipasi yang sangat disarankan selama beraktivitas di luar ruangan:
- Penuhi Kebutuhan Cairan: Minumlah air putih atau air zam-zam secara berkala tanpa harus menunggu rasa haus datang. Sediakan juga oralit jika diperlukan untuk menjaga keseimbangan elektrolit.
- Gunakan Perlindungan Fisik: Saat keluar dari hotel menuju masjid pada siang hari, selalu gunakan payung, topi, atau pelindung kepala lainnya. Jangan lupa mengenakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari silau matahari yang ekstrem.
- Gunakan Tabir Surya (Sunscreen): Aplikasikan tabir surya dengan SPF minimal 30+ pada bagian kulit yang terbuka demi menghindari risiko luka bakar akibat sengatan matahari (sunburn).
- Gunakan Alas Kaki yang Tepat: Selalu bawa kantong plastik untuk menyimpan sandal saat masuk ke dalam masjid. Jangan sesekali berjalan di area pelataran luar masjid tanpa alas kaki pada siang hari, karena suhu lantai yang panas dapat menyebabkan kulit kaki melepuh.
- Atur Waktu Ibadah Terbuka: Jika ingin melaksanakan tawaf sunnah atau beraktivitas di area terbuka, pilihlah waktu di malam hari, setelah Isya, atau beberapa saat setelah Subuh ketika matahari belum naik tinggi.
Catatan Penting: Jagalah ritme aktivitas fisik Anda dan segera cari tempat berteduh atau ruangan ber-AC jika mulai merasakan gejala pusing, mual, atau lemas yang ekstrem.
Pesan Khusus Ustadz Nidzom: Mutawif Umrah Ajwa Barokah Madinah
“Ibadah umrah adalah ibadah fisik. Keikhlasan kita diuji bukan hanya lewat doa, tapi juga lewat kesabaran menghadapi cuaca Makkah yang panas ini. Jaga kesehatan, luruskan niat, dan saling menjaga antar sesama jemaah Ajwa Barokah.”
Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala menerima seluruh amal ibadah, umrah, dan doa-doa kita di tanah suci ini. Amīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.



