Assalamualaikum, Sahabat Ajwa!
Fokus utama kita ke Tanah Suci tentu saja untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, setelah lelah melaksanakan rangkaian Tawaf dan Sa’i, perut keroncongan adalah hal yang sangat manusiawi. Nah, kalau sudah urusan perut di Makkah dan Madinah, ada satu nama kuliner yang pamornya mengalahkan restoran bintang lima sekalipun di kalangan jamaah Indonesia.
Ya, apalagi kalau bukan Al Baik!
Ayam goreng berlogo pria bertopi merah ini seolah menjadi “menu wajib” atau sunnah muakkad jalur kuliner bagi para jamaah Umroh dan Haji. Tapi, benarkah seenak itu sampai orang rela antre berjam-jam? Yuk, mari kita review jujur!
1. Bumbu Rempah yang Meresap Sampai ke Tulang Sekilas, penampilannya mirip dengan ayam goreng tepung (fried chicken) restoran cepat saji pada umumnya. Tapi begitu digigit, bedanya langsung terasa! Al Baik menggunakan teknik memasak broasted yang membuat kulitnya sangat renyah, tapi daging di dalamnya tetap juicy (lembut dan berair).
Bagi lidah orang Indonesia, varian Spicy (Pedas) adalah juara bertahannya. Bumbu pedas dan rempah khas Timur Tengahnya benar-benar disuntikkan dan meresap sampai ke tulang, bukan cuma di tepung luarnya saja. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan bikin nagih!
2. Bintang Utamanya: Garlic Sauce (Saus Bawang Putih) Makan Al Baik tanpa garlic sauce ibarat sayur tanpa garam. Di dalam paket pembeliannya, Anda akan mendapatkan cup kecil berisi saus berwarna putih kental. Ini bukan mayones biasa, melainkan saus bawang putih yang rasanya sangat creamy, gurih, dan beraroma khas. Mencocol potongan ayam panas dan kentang goreng ke dalam saus ini benar-benar memberikan sensasi rasa yang luar biasa nikmat di mulut.
3. Porsi Kuli, Harga Kaki Lima Satu paket standar (Broasted Chicken Meal) biasanya berisi 4 potong ayam ukuran besar, kentang goreng yang melimpah, roti bun yang super empuk, dan saus. Uniknya, di Arab Saudi jarang sekali makan ayam pakai nasi putih. Sebagai gantinya, jamaah biasa memakan ayam tersebut bersama roti bun yang dicelup saus.
Harganya? Sangat ramah di kantong! Satu porsi besar ini dibanderol sekitar 17 hingga 20 Riyal (sekitar Rp 70.000 – Rp 85.000). Mengingat porsinya yang sangat jumbo, satu kotak Al Baik sebenarnya cukup untuk dimakan berdua!
4. Ujian Kesabaran: Antrean yang Mengular Nah, ini bagian “jujur” yang paling menantang. Mendapatkan sekotak Al Baik butuh effort atau perjuangan ekstra. Cabang Al Baik di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi hampir tidak pernah sepi.
Tips dari kami: Jangan pernah mencoba membeli Al Baik tepat setelah bubaran shalat fardhu (terutama setelah shalat Isya). Antreannya bisa sangat panjang dan berdesak-desakan! Waktu terbaik untuk membeli adalah di luar jam sibuk, misalnya sekitar jam 10 pagi atau menjelang tengah malam. Di beberapa lokasi, ada juga opsi pemesanan via aplikasi atau layanan antar.
Kesimpulan: Apakah Al Baik seenak itu? Jawabannya: Iya, sangat layak dicoba! Rasanya yang gurih lezat dipadukan dengan rasa lelah setelah beribadah membuat ayam goreng ini terasa berkali-kali lipat lebih nikmat. Momen makan Al Baik ngemper bersama teman sekamar atau keluarga di pelataran hotel adalah salah satu memori manis yang pasti akan Anda rindukan saat pulang ke Tanah Air.
Sudah kebayang aroma dan kelezatannya? Jangan cuma dibayangkan! Yuk, segera niatkan dan wujudkan kerinduan Anda ke Baitullah bersama Ajwa Barokah Madinah. kami siap melayani dan mendampingi perjalanan ibadah Anda agar khusyuk, nyaman, dan tentu saja… bisa wisata kuliner Al Baik bareng-bareng!




