Kamis, 05 Maret 2026 – yang sedang menjalani ibadah di Tanah Suci, salah satu pengalaman paling berkesan selama Ramadhan adalah buka puasa bersama di Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawwarah. Setiap hari, ribuan jamaah termasuk rombongan besar dari Indonesia berkumpul di pelataran, di dalam masjid, rooftop, bahkan area sekitar, menanti azan Maghrib yang bergema lembut dari menara-menara indah.
Yang membuat hati bergetar? Takjil melimpah setiap hari! Alhamdulillah, pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui General Authority for the Care of the Prophet’s Mosque terus mendistribusikan jutaan paket iftar gratis kepada seluruh jamaah. Hingga awal Maret 2026 (masih di 10 hari pertama Ramadhan 1447 H), sudah lebih dari Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Subhanallah… Bagi jamaah umroh dari Indonesia 2,9 juta paket makanan berbuka yang dibagikan di Masjid Nabawi saja! Ribuan relawan pria dan wanita (lebih dari 12.000 orang) bekerja keras mengatur distribusi dengan tertib dan higienis, memastikan setiap orang mendapat bagian tanpa rebutan.

Paket takjil resmi biasanya berisi:
- Kurma segar (sunnah Rasulullah SAW untuk berbuka)
- Air Zamzam atau air mineral dingin
- Roti atau roti isi
- Yogurt atau susu
- Kue maamoul, kukis, atau camilan manis khas Arab
- Kacang almond, jus, atau tambahan ringan lainnya
Banyak jamaah Indonesia yang berbagi cerita: “Paketnya sederhana tapi cukup mengganjal perut setelah seharian puasa, plus suasananya luar biasa!” Beberapa rombongan bahkan mendapat tambahan sedekah dari donatur pribadi atau organisasi, seperti kurma premium atau makanan hangat. Semuanya dibagikan dengan senyum ramah, membuat rasa syukur semakin meluap.
Bayangkan momennya: Jamaah umroh Indonesia duduk melingkar bersama saudara dari berbagai negara, saling berbagi takjil sambil bercerita dalam bahasa Indonesia yang hangat. Saat azan Maghrib berkumandang, hening sejenak, lalu “Bismillah” serentak diikuti “Alhamdulillah” dan tawa bahagia. Setelah berbuka, langsung shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan Tarawih dengan bacaan imam yang merdu. Udara sejuk Madinah (sekitar 15-20°C) menambah kekhusyukan, sementara lampu masjid menerangi wajah-wajah penuh cahaya iman.
Suasana ini bukan hanya soal makanan, tapi tentang persaudaraan umat Islam. Jamaah Indonesia sering terlihat paling antusias—duduk rapi, berdoa bersama, dan saling mengingatkan keluarga di tanah air. Banyak yang menangis haru karena merasakan kedekatan dengan Rasulullah SAW di kota beliau, terutama saat ziarah Raudhah setelah tarawih.
Alhamdulillah, kondisi di Madinah tetap aman dan damai. Pengelolaan keramaian berjalan baik, distribusi takjil lancar setiap hari, dan jamaah bisa fokus ibadah tanpa khawatir.
Bagi jamaah umroh Indonesia yang sedang di sana: Nikmati setiap takjil dan momen buka bersama ini, bagikan kebaikan, dan doakan saudara di rumah. Bagi yang merindukan: Semoga Allah SWT izinkan kita semua merasakan takjil melimpah dan buka puasa di Masjid Nabawi suatu hari nanti. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Ya Allah, limpahkan rahmat-Mu kepada jamaah umroh Indonesia di Tanah Suci, kabulkan doa-doa mereka, dan kumpulkan kami berbuka bersama di surga-Mu kelak. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semangat puasa dan ibadah! 🌙🕌🍽️🤲




