Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026 — Otoritas Kerajaan Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi para jemaah umrah di kota-kota suci, Makkah dan Madinah. Aktivitas ibadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi dilaporkan tetap berjalan kondusif.
Meskipun demikian, imbas gangguan operasional penerbangan regional sempat memicu penundaan kepulangan serta keterlantaran jemaah di beberapa bandara transit. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kementerian Luar Negeri terus memantau situasi secara ketat. Jemaah diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, mematuhi panduan dari petugas PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah), serta menghindari kawasan-kawasan rawan yang bukan merupakan area ibadah.
Update Operasional Penerbangan (Jeddah dan Madinah)
Rute penerbangan dari dan ke Arab Saudi bergerak dinamis, tergantung pada wilayah dan kebijakan maskapai.
- Penerbangan Langsung (Direct Flight): Penerbangan langsung dari Indonesia menuju Bandara Internasional King Abdulaziz (Jeddah) dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz (Madinah) relatif aman dan diutamakan. Kemenhaj mengimbau jemaah umrah untuk memilih rute direct guna meminimalkan risiko keterlambatan atau pembatalan di titik transit.
- Penerbangan Transit dan Maskapai Asing: Sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah Timur Tengah, seperti yang melayani transit di Riyadh, Abu Dhabi, atau Doha, sempat menghentikan, mengurangi frekuensi, atau mengubah rute operasionalnya. Namun, beberapa maskapai penerbangan internasional secara bertahap telah membuka kembali rute menuju Jeddah dan Madinah setelah melakukan penilaian risiko.
Kemenhaj juga mengimbau agar jemaah Indonesia memilih penerbangan langsung (direct flight) ke Madinah atau Jeddah untuk menuju Makkah. Otoritas Kerajaan Arab Saudi juga menyatakan kondisi aman bagi jemaah umrah.
“Pemerintah terus memantau situasi dan mengimbau jemaah untuk memilih penerbangan langsung,” demikian disampaikan dalam keterangan terkait imbauan penerbangan. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan pernyataan tersebut pada 15 Oktober 2026.
Pemerintah belum mengeluarkan imbauan untuk menunda ibadah umrah seperti yang dilakukan Malaysia. Dahnil mengatakan pemerintah terus memantau warga negara Indonesia (WNI) yang tengah melaksanakan ibadah umrah di tengah situasi yang sedang memanas.
“Sampai hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Saudi Arabia. Belum ada keputusan untuk mengimbau atau melarang perjalanan ke Saudi Arabia,” kata dia.
Serangan Houthi Sasar Kompleks Aramco, Arab Saudi Gempur Ibu Kota Yaman
“Kami berharap semua pihak di Timur Tengah menahan diri, jangan terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak, apalagi secara langsung atau tidak langsung pasti berdampak terhadap aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci,” imbuhnya.
Diketahui, Houthi melakukan serangan ke sejumlah bandara di Arab Saudi. Sedikitnya dua orang WNI terluka akibat serangan tersebut.
“Terdapat 2 warga negara Indonesia yang mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026,” demikian keterangan KBRI Riyadh pada Rabu (14/10/2026).
Kedua WNI yang terluka sempat dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi, di Riyadh. Setelah menjalani perawatan, kedua WNI tersebut telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
Serangan ke Bandara Riyadh
Sebelumnya, satu orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) mengonfirmasi bahwa korban tewas merupakan warga negara Pakistan.
Dilansir Anadolu Agency, Senin (12/10/2026), para korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan.
Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan bahwa sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 bandara tersebut pada Minggu (11/10) sore waktu setempat. Insiden itu memicu kebakaran yang dilaporkan menewaskan 12 orang dan menyebabkan 300 orang terluka.



